Popular Posts
-
Run the truce is ending. Mengambil setting tahun 1897, sebuah desa kecil bernama Covington, Pennsylvania yang berpenduduk 60 orang percay...
-
By: J.K. Rowling Genre: Novel Fantasi Rating: ***** Page: 607 Halaman Penerbit: Bloomsbury Publishing PLC, Scholastic Press, Raincoast B...
-
By: Cecelia Ahern Penerbit: GPU Gendre: Novel Dewasa Hal: 632 Halaman Pengalih Bahasa: Monica DC Cetak ke-4: February 2008 Kalau saja...
-
Review Buku - The Girl With The Dragon Tattoo By: Stieg Larsson Genre: Mistery - Thriller Rating: ***** Page: 783 Halaman Penerjemah: Nurul...
-
The Tourist (2010) Sebenarnya film ini sudah keluar tahun 2010 tapi ini pertama kali saya menontonya, alasannya, karena saya masih kesal d...
-
Sutradara: David Yates Penulis Novel: J.K. Rowling Produser: David Heyman, David Barron Pemeran : Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Emma Watso...
-
By: Sundea Ilustrasi: Triguntur Penerbit:Read! Gendre: Fiksi Anak Hal: 264 Halaman Membaca buku "Dunia Adin" seolah saya sed...
-
From: The Bartimaeus Trilogy By: Jonathan Stroud Genre: Novel Fantasi Rating: ***** Page: 512 Halaman Penerbit: GPU Penerjemah:Poppy D...
Kategori
- Best Seller Book (6)
- Box Office (8)
- Buku - Fiksi Fantasy (3)
- Buku - Metropop (1)
- Buku - Mistery Thriller (2)
- Buku - Novel Dewasa (2)
- Buku Fiksi Anak (2)
- Buku Fiksi Fantasy (5)
- Buku Komedi Horor (1)
- Buku Kumpulan Cerita (1)
- Buku Metropop (2)
- Buku Novel Dewasa (3)
- Coming Soon (2)
- Film Action (4)
- Film Animasi Anak (3)
- Film Drama (6)
- Film Drama Musical (2)
- Film Drama/Romance (3)
- Film Fiksi Fantasy (4)
- Film Horror (1)
- Film Indonesia (3)
- Film Keluarga (2)
- Film Romantic Thriller (1)
- Review Buku (17)
- Review Film (19)
Be My Friends :-)
Showing posts with label Review Film. Show all posts
Showing posts with label Review Film. Show all posts
Sunday, January 8, 2012
Review Film: The Tourist (2010)
The Tourist (2010)
Sebenarnya film ini sudah keluar tahun 2010 tapi ini pertama kali saya menontonya, alasannya, karena saya masih kesal dengan Jolie yang merebut Pitt , hehehe childist banget ya saya, padahal saya nggak berkepentingan juga.
Back to The Tourist, waktu tau film ini di garap, saya menyimpan banyak harapan, film ini akan keren banget hasilnya, karena dibintangi oleh aktor dan aktris sekaliber Jolie dan Depp. Tapi, rupanya menurut banyak kritikus film, film ini kurang bagus. Saya semakin malas saja menontonnya.
Dan, Karena Film ini sedang tayang di FoxMovies Premiere, maka sayapun menontonnya....
Film berdurasi 103 menit ini bercerita tentang, kepolisian Inggris yang dipimpin oleh Inspector John Acheson (Paul Bettany) membuntuti Elise (Angelina Jolie) yang kebetulan adalah agent kepolisian inggris dan juga kekasih Pearce.
Elise, menyamar untuk dapat menemukan buronan Alexander Pearce yang telah mencuri uang pajak pemerintah Inggris sebesar 744 milliar poundsterling dan diyakini Pearce telah melakukan operasi wajah. Sampai Elise sendiripun tidak tau seperti apa rupa Pearce yang baru.
Elise, mengikuti petunjuk Pearce untuk dapat menemuinya di Italy, dan disinilah Frank (Johnny Deep) terlibat dalam operasi rahasia ini. Siapa sih yang tidak jatuh hati melihat kecantikan Jolie? Ups, maksudnya Elise? Well, Frank seorang tourist dari Amerika yang berprofesi sebagai guru matematika itu terpikat oleh Elise, yang tampa ia sadari sedang memanfaatkannya!
Masalah timbul saat polisi Inggris menganggap Frank adalah Pearce, dan lebih parahnya, musuh Pearce lainnya, para mafia yang ia tipu pun mengejarnya! Aksi kejar2an pun terjadi.
Saya sepakat dengan para kritikus, aksi Jolie dan Depp tidak maksimal. Sungguh sayang, aktor sekaliber Johnny Deep dan Angelina Jolie berakting di The Touris ini, aksinya kurang menggigit, alur ceritanya mudah ditebak.
Bahkan menurut saya, dari awal hingga akhir plotnya datar, tidak membuat saya semangat, bahkan saya merasa ingin cepat2 selesai menonton filmnya, karena ngantuk ;-)
Bagi anda yang menyukai akting Deep yang unik, pasti akan sepakat juga dengan saya ;-). Butttt, untuk tontonan akhir pekan dirumah, ya... Nggak apa2 juga ditonton, la wong film nya GRATIS ini ya ;-) (SA/2012)
Directed by : Florian Henckel von Donnersmarck
Starring by:
Angelina Jolie
Johnny Depp
Paul Bettany
Timothy Dalton
Steven Berkoff
Rufus Sewell
Christian De Sica
Distributed by:
Columbia Pictures
2. Black Swan (2010)
3. Burlesque (2010)
Sebenarnya film ini sudah keluar tahun 2010 tapi ini pertama kali saya menontonya, alasannya, karena saya masih kesal dengan Jolie yang merebut Pitt , hehehe childist banget ya saya, padahal saya nggak berkepentingan juga.
Back to The Tourist, waktu tau film ini di garap, saya menyimpan banyak harapan, film ini akan keren banget hasilnya, karena dibintangi oleh aktor dan aktris sekaliber Jolie dan Depp. Tapi, rupanya menurut banyak kritikus film, film ini kurang bagus. Saya semakin malas saja menontonnya.
Dan, Karena Film ini sedang tayang di FoxMovies Premiere, maka sayapun menontonnya....
Film berdurasi 103 menit ini bercerita tentang, kepolisian Inggris yang dipimpin oleh Inspector John Acheson (Paul Bettany) membuntuti Elise (Angelina Jolie) yang kebetulan adalah agent kepolisian inggris dan juga kekasih Pearce.
Elise, menyamar untuk dapat menemukan buronan Alexander Pearce yang telah mencuri uang pajak pemerintah Inggris sebesar 744 milliar poundsterling dan diyakini Pearce telah melakukan operasi wajah. Sampai Elise sendiripun tidak tau seperti apa rupa Pearce yang baru.
Elise, mengikuti petunjuk Pearce untuk dapat menemuinya di Italy, dan disinilah Frank (Johnny Deep) terlibat dalam operasi rahasia ini. Siapa sih yang tidak jatuh hati melihat kecantikan Jolie? Ups, maksudnya Elise? Well, Frank seorang tourist dari Amerika yang berprofesi sebagai guru matematika itu terpikat oleh Elise, yang tampa ia sadari sedang memanfaatkannya!
Masalah timbul saat polisi Inggris menganggap Frank adalah Pearce, dan lebih parahnya, musuh Pearce lainnya, para mafia yang ia tipu pun mengejarnya! Aksi kejar2an pun terjadi.
Saya sepakat dengan para kritikus, aksi Jolie dan Depp tidak maksimal. Sungguh sayang, aktor sekaliber Johnny Deep dan Angelina Jolie berakting di The Touris ini, aksinya kurang menggigit, alur ceritanya mudah ditebak.
Bahkan menurut saya, dari awal hingga akhir plotnya datar, tidak membuat saya semangat, bahkan saya merasa ingin cepat2 selesai menonton filmnya, karena ngantuk ;-)
Bagi anda yang menyukai akting Deep yang unik, pasti akan sepakat juga dengan saya ;-). Butttt, untuk tontonan akhir pekan dirumah, ya... Nggak apa2 juga ditonton, la wong film nya GRATIS ini ya ;-) (SA/2012)
Directed by : Florian Henckel von Donnersmarck
Starring by:
Angelina Jolie
Johnny Depp
Paul Bettany
Timothy Dalton
Steven Berkoff
Rufus Sewell
Christian De Sica
Distributed by:
Columbia Pictures
Baca Review Lain:
1. The King Speech (2010)2. Black Swan (2010)
3. Burlesque (2010)
Thursday, January 5, 2012
Review Film: Mission Impossible 4 - Ghost Protocol (2011)
Mission: Impossible - Ghost Protocol
Anda pasti sudah tau film MI yang di perankan oleh Tom Cruise ini bergendre Action Spy, dan anda juga sudah sangat mengerti kalau Tom Cruise adalah seorang Agent IMF, bernama Ethan Hunt? Well... langsung saja, saya akan me-Review MI4 - Gost Protocol ini.
Bagi saya dan suami saya, film MI4 - Ghost Protocol ini merupakan film yang paling bagus dari ke 3 film sebelumnya. Jalan cerita dan aksi Agent Hunt dan tim nya sangat Orisinil banget.
Dari awal film dimulai, kita sudah di suguhi oleh aksi keren para agent dalam usaha membebaskan Hunt yang lagi di penjara di Rusia. Nggak sampai disitu saja, ada aksi keren lainnya, yg Imposibble tapi bisa banget kalau di tangan agent Hunt hehehe, aksi itu adalah pembobolan markas 'Kremlin' yang luar biasa ketat penjagaannya. Hunt dan Tim harus mengambil sebuah document penting!
Namun sayang, Agent Hunt dan tim nya ternyata terlambat, dokumen tersebut sudah raib, dan apesnya IMF di tuduh sebagai dalang hancurnya Kremlin. Karena sistuasi yang demikian parah, akhirnya President USA memutuskan 'Ghost Protocol' yaitu pemerintah tidak mengetahui keberadaan IMF. Dan lebih parahnya, dokumen yang hilang tersebut adalah kode peluncuran bom Nuklir! Yang bisa memicu terjadinya perang Nuklir antara Rusia dan Amerika.
Untuk membersihkan namanya dan IMF, agent Hunt dan tim barunya, yang terdiri dari Agent Jane Carter, Agent Benji Dunn (Simon Pegg) yang kocak banget, dan Agent William Brandt, membuat rencana penyelamatan, mencegah perang Nuklir tidak terjadi. Saya nggak akan menulis disini aksi Agent Hunt and TIM ya, anda harus menontonnya!! *Nggak mau ngasi spoiler :P*
Seperti yang sudah saya tulis di atas, dari awal hingga akhir film, anda nggak akan di buat lengah, aksi keren dan heroik para agent ini akan membuat anda tidak bisa mengalihkan pandangan anda dari layar *lebay* but it's true loh :P
Belum lagi bisa melihat perut Tom Cruise yang six pack itu, duh makin nggak bisa deh ngalihin perhatian, jadi 133 menit, anda akan di hibur dan nggak bakalan rugi nonton film ini. Buruan nonton ya, sebelum film nya turun dari Bioskop di kota anda. (SA/2012)
Directed by: Brad Bird
Produser by: Tom Cruise , JJ Abrams, Bryan Burk
Written by: Andre Nemec & Josh Appelbaum
Starring by:
Tom Cruise
Jeremy Renner
Simon Pegg
Paula Patton
Disributed by: Paramount Pictures
2. The Borne Ultimatum (2007)
3. Die Hard 4 - Life Free or Die Hard! (2007)
Anda pasti sudah tau film MI yang di perankan oleh Tom Cruise ini bergendre Action Spy, dan anda juga sudah sangat mengerti kalau Tom Cruise adalah seorang Agent IMF, bernama Ethan Hunt? Well... langsung saja, saya akan me-Review MI4 - Gost Protocol ini.
Bagi saya dan suami saya, film MI4 - Ghost Protocol ini merupakan film yang paling bagus dari ke 3 film sebelumnya. Jalan cerita dan aksi Agent Hunt dan tim nya sangat Orisinil banget.
Dari awal film dimulai, kita sudah di suguhi oleh aksi keren para agent dalam usaha membebaskan Hunt yang lagi di penjara di Rusia. Nggak sampai disitu saja, ada aksi keren lainnya, yg Imposibble tapi bisa banget kalau di tangan agent Hunt hehehe, aksi itu adalah pembobolan markas 'Kremlin' yang luar biasa ketat penjagaannya. Hunt dan Tim harus mengambil sebuah document penting!
Namun sayang, Agent Hunt dan tim nya ternyata terlambat, dokumen tersebut sudah raib, dan apesnya IMF di tuduh sebagai dalang hancurnya Kremlin. Karena sistuasi yang demikian parah, akhirnya President USA memutuskan 'Ghost Protocol' yaitu pemerintah tidak mengetahui keberadaan IMF. Dan lebih parahnya, dokumen yang hilang tersebut adalah kode peluncuran bom Nuklir! Yang bisa memicu terjadinya perang Nuklir antara Rusia dan Amerika.
Untuk membersihkan namanya dan IMF, agent Hunt dan tim barunya, yang terdiri dari Agent Jane Carter, Agent Benji Dunn (Simon Pegg) yang kocak banget, dan Agent William Brandt, membuat rencana penyelamatan, mencegah perang Nuklir tidak terjadi. Saya nggak akan menulis disini aksi Agent Hunt and TIM ya, anda harus menontonnya!! *Nggak mau ngasi spoiler :P*
Seperti yang sudah saya tulis di atas, dari awal hingga akhir film, anda nggak akan di buat lengah, aksi keren dan heroik para agent ini akan membuat anda tidak bisa mengalihkan pandangan anda dari layar *lebay* but it's true loh :P
Belum lagi bisa melihat perut Tom Cruise yang six pack itu, duh makin nggak bisa deh ngalihin perhatian, jadi 133 menit, anda akan di hibur dan nggak bakalan rugi nonton film ini. Buruan nonton ya, sebelum film nya turun dari Bioskop di kota anda. (SA/2012)
Directed by: Brad Bird
Produser by: Tom Cruise , JJ Abrams, Bryan Burk
Written by: Andre Nemec & Josh Appelbaum
Starring by:
Tom Cruise
Jeremy Renner
Simon Pegg
Paula Patton
Disributed by: Paramount Pictures
Baca Review Film Lainnya:
1. Harry Potter and The Deathly Hollows Part 1 2. The Borne Ultimatum (2007)
3. Die Hard 4 - Life Free or Die Hard! (2007)
Tuesday, February 8, 2011
Review Film - The Social Network (2010)
Bagi anda pengguna jejaring sosial Facebook pasti tau dong siapa sih orang pintar di balik Facebook! Atau anda benar-benar tidak tahu? Oke well... di film The Social Network anda akan di ajak flash back, ke tahun 2003 saat Facebook,baru saja di buat oleh Mark Zuckerberg.
Film The Social Network di buka dengan adegan Mark (Jesse Eisenberg) yang kesal dengan kencannya Erica (Rooney Mara), ia pulang dari tempat kencan dan melampiaskan kekesalannya dengan membuat situs facemash.com
Mark dibantu oleh sahabatnya Eduardo Saverin (Andrew Garfield) membuat facemash.com sebagai situs yang isinya membandingkan dua wanita untuk di pilih sesuai selera orang2 yang masuk ke situs tersebut.
Keisengan Mark dan Eduardo menarik perhatian pihak Harvard university tempat Mark berkuliah, juga menarik perhatian Winklevoss bersaudara yang mempunyai ide membuat situs harvardconnection.com.
Awalnya, Mark tidak tertarik dengan ide Winklevoss bersaudara, menurutnya ide mereka tidak berbeda dengan situs friendster dan myspace. Namun akhirnya Mark, tertarik juga membuat situs yany ia beri nama thefacebook.
Dan tanpa sepengetahuan Winklevoss bersaudara, Mark meluncurkan 'Thefacebook' untuk kalangan mahasiswa Harvard. Setiap hari ide-ide brilian Mark berkembang dengan dinamis dan digemari oleh para pengguna internet akhirnya berubah nama menjadi 'Facebook', dan tentu saja 'thefacebook' menarik perhatian Sean Parker (Justin Timberlake).
Ketika mendengar 'Facebook' akan di film kan, saya mengira-ngira akan seperti apa filmnya nanti! Akan kan menjadi box office atau tidak! Well... ternyata cerita sederhana 'Facebook' mampu di kemas dengan jenius oleh Sutradara David Fincher. Bagi anda yang tidak tau apa itu Facebook, jangan kwatir karena film ini tidak melulu bercerita tentang Facebook, namun ada cerita persahabatan dan persaingan yang mampu di kemas dengan jenius oleh sang sutradara.
Akting Jesse Eisenberg pun sangat memukau, ia bisa menyelami perannya seperti Zuckerberg asli. Bagaimana dengan Justin Timberlake? Well ternyata Justin tidak hanya pandai bernyanyi dan menari, ia pun jago akting, aktingnya sebagai Sean Parker patut di acungi jempol, aktingnya briliant, benar-benar multitalent :-) . Dan, ada Andrew Garifield yang bermain sangat allout, aktingnya keren, no wonder deh dia langsung di gandeng bermain film Spiderman sebagai pemeran utama :-)
Film Drama ini sangat saya rekomendasikan. Tontonan menarik dan saya jamin nggak membosankan, karena sutradara mampu membuat cerita mengalir dengan smooth. Acung 4 jempol :D
Jenis film: Drama
Produser: David Fincher
Distributed by: Columbia Pictures
Pemain:
Jesse Eisenberg
Andrew Garfield
Justin Timberlake
Brenda Song
Armie Hammer
Max Minghella
Rashida Jones
Rooney Mara
Sutradara: David Fincher
Film The Social Network di buka dengan adegan Mark (Jesse Eisenberg) yang kesal dengan kencannya Erica (Rooney Mara), ia pulang dari tempat kencan dan melampiaskan kekesalannya dengan membuat situs facemash.com
Mark dibantu oleh sahabatnya Eduardo Saverin (Andrew Garfield) membuat facemash.com sebagai situs yang isinya membandingkan dua wanita untuk di pilih sesuai selera orang2 yang masuk ke situs tersebut.
Keisengan Mark dan Eduardo menarik perhatian pihak Harvard university tempat Mark berkuliah, juga menarik perhatian Winklevoss bersaudara yang mempunyai ide membuat situs harvardconnection.com.
Awalnya, Mark tidak tertarik dengan ide Winklevoss bersaudara, menurutnya ide mereka tidak berbeda dengan situs friendster dan myspace. Namun akhirnya Mark, tertarik juga membuat situs yany ia beri nama thefacebook.
Dan tanpa sepengetahuan Winklevoss bersaudara, Mark meluncurkan 'Thefacebook' untuk kalangan mahasiswa Harvard. Setiap hari ide-ide brilian Mark berkembang dengan dinamis dan digemari oleh para pengguna internet akhirnya berubah nama menjadi 'Facebook', dan tentu saja 'thefacebook' menarik perhatian Sean Parker (Justin Timberlake).
Ketika mendengar 'Facebook' akan di film kan, saya mengira-ngira akan seperti apa filmnya nanti! Akan kan menjadi box office atau tidak! Well... ternyata cerita sederhana 'Facebook' mampu di kemas dengan jenius oleh Sutradara David Fincher. Bagi anda yang tidak tau apa itu Facebook, jangan kwatir karena film ini tidak melulu bercerita tentang Facebook, namun ada cerita persahabatan dan persaingan yang mampu di kemas dengan jenius oleh sang sutradara.
Akting Jesse Eisenberg pun sangat memukau, ia bisa menyelami perannya seperti Zuckerberg asli. Bagaimana dengan Justin Timberlake? Well ternyata Justin tidak hanya pandai bernyanyi dan menari, ia pun jago akting, aktingnya sebagai Sean Parker patut di acungi jempol, aktingnya briliant, benar-benar multitalent :-) . Dan, ada Andrew Garifield yang bermain sangat allout, aktingnya keren, no wonder deh dia langsung di gandeng bermain film Spiderman sebagai pemeran utama :-)
Film Drama ini sangat saya rekomendasikan. Tontonan menarik dan saya jamin nggak membosankan, karena sutradara mampu membuat cerita mengalir dengan smooth. Acung 4 jempol :D
Jenis film: Drama
Produser: David Fincher
Distributed by: Columbia Pictures
Pemain:
Jesse Eisenberg
Andrew Garfield
Justin Timberlake
Brenda Song
Armie Hammer
Max Minghella
Rashida Jones
Rooney Mara
Sutradara: David Fincher
1. Review film - The King's Speech (2010)
2. Review Film - Black Swan (2010)
3. Review Film - Burlesque (2010)
4. Review Film - Rapunzel (2010)
Friday, February 4, 2011
Review Film: Rumah Tanpa Jendela (2011)
Film Rumah Tanpa Jendela ini di angkat dari novel karangan Asma Nadia. Seorang penulis wanita yang buku-bukunya selalu menjadi best seller.
Film Drama, Rumah Tanpa Jendela ini bercerita tentang realita kehidupan anak-anak yang kurang mampu. Sebut saja, Rara (Dwi Tasya) gadis kecil berusia 8 tahun, yang punya keinginan sangat sederhana, ia ingin punya jendela di rumahnya yang kecil berdinding tripleks bekas di sebuah perkampungan kumuh tempat para pemulung tinggal di Menteng Pulo, Jakarta.
Bagi kebanyakan orang keinginan Rara itu sederhana, simple, namun bagi seorang Rara keinginannya itu sangat lah luarbiasa, Ayah Rara, Raga (Rafi Ahmad) hanya berjualan ikan hias dan tukang sol sepatu, tidak cukup punya uang untuk membuat atau membeli bahkan hanya selembar daun jendela dan kusennya saja. Belum lagi Si Mbok (Ingrid Widjanarko), neneknya Rara - yang sakit-sakitan semakin membuat kehidupan mereka susah.
Walau Rara seorang pemulung dan pengamen cilik, ia masih bersekolah di sekolah khusus untuk anak jalanan. Bu Alya (Varissa Camelia) satu-satunya pengajar sukarelawan disitu yang membimbing dan membina anak-anak pemulung.
Sementara itu, di tempat lain, di perumahan mewah kota Jakarta – adalah Aldo (Emir Mahira) anak lelaki berusia 11 tahun yang sedikit terbelakang, merindukan seorang teman di tengah keluarganya yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Ia anak bungsu dari pengusaha sukses, Pak Syahri (Aswin Fabanyo) dan Nyonya Ratna (Alicia Djohar). Suatu hari, Aldo berkenalan dengan Rara yang saat itu tengah mengojek payung dan terserempet mobil Aldo, dan sejak saat itu mereka menjadi akrab. Perbedaan sosial tidak menyrutkan persahabatn antara Rara dan Aldo .
Akankah Rara mendapatkan impiannya, jendela untuk rumahnya? Well... Film Rumah Tanpa Jendela ini patut anda tonton bersama keluarga anda.
Jenis Film : Drama
Produser : Adenin Adlan, Seto Mulyadi
Produksi : Pt. Smaradhana Pro and Sanggar Ananda
Pemain :
Emir Mahira
Dwi Tasya
Raffi Ahmad
Inggrid Widjanarko
Yuni Shara
Aswin Fabanyo
Alicia Djohar
Atie Kanser
Sutradara : Aditya Gumay
Penulis : Aditya Gumay & Adenin Adlan
Baca Review Film Lainnya:
1. Review Film Love Story (2011)
2. Review Film Love in Perth (2010)
3. Review Film The King's Speech (2010)
4. Review Film Black Swan (2010)
Film Drama, Rumah Tanpa Jendela ini bercerita tentang realita kehidupan anak-anak yang kurang mampu. Sebut saja, Rara (Dwi Tasya) gadis kecil berusia 8 tahun, yang punya keinginan sangat sederhana, ia ingin punya jendela di rumahnya yang kecil berdinding tripleks bekas di sebuah perkampungan kumuh tempat para pemulung tinggal di Menteng Pulo, Jakarta.
Bagi kebanyakan orang keinginan Rara itu sederhana, simple, namun bagi seorang Rara keinginannya itu sangat lah luarbiasa, Ayah Rara, Raga (Rafi Ahmad) hanya berjualan ikan hias dan tukang sol sepatu, tidak cukup punya uang untuk membuat atau membeli bahkan hanya selembar daun jendela dan kusennya saja. Belum lagi Si Mbok (Ingrid Widjanarko), neneknya Rara - yang sakit-sakitan semakin membuat kehidupan mereka susah.
Walau Rara seorang pemulung dan pengamen cilik, ia masih bersekolah di sekolah khusus untuk anak jalanan. Bu Alya (Varissa Camelia) satu-satunya pengajar sukarelawan disitu yang membimbing dan membina anak-anak pemulung.
Sementara itu, di tempat lain, di perumahan mewah kota Jakarta – adalah Aldo (Emir Mahira) anak lelaki berusia 11 tahun yang sedikit terbelakang, merindukan seorang teman di tengah keluarganya yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Ia anak bungsu dari pengusaha sukses, Pak Syahri (Aswin Fabanyo) dan Nyonya Ratna (Alicia Djohar). Suatu hari, Aldo berkenalan dengan Rara yang saat itu tengah mengojek payung dan terserempet mobil Aldo, dan sejak saat itu mereka menjadi akrab. Perbedaan sosial tidak menyrutkan persahabatn antara Rara dan Aldo .
Akankah Rara mendapatkan impiannya, jendela untuk rumahnya? Well... Film Rumah Tanpa Jendela ini patut anda tonton bersama keluarga anda.
Jenis Film : Drama
Produser : Adenin Adlan, Seto Mulyadi
Produksi : Pt. Smaradhana Pro and Sanggar Ananda
Pemain :
Emir Mahira
Dwi Tasya
Raffi Ahmad
Inggrid Widjanarko
Yuni Shara
Aswin Fabanyo
Alicia Djohar
Atie Kanser
Sutradara : Aditya Gumay
Penulis : Aditya Gumay & Adenin Adlan
Baca Review Film Lainnya:
1. Review Film Love Story (2011)
2. Review Film Love in Perth (2010)
3. Review Film The King's Speech (2010)
4. Review Film Black Swan (2010)
Thursday, January 27, 2011
Review Film: Love Story (2011)
Bagi anda yang senang dengan film-film Indonesia, berikut ini film Love Story bergenre: Drama romantis yang di perankan oleh Acha Septriasa dan Irwansyah, patut anda tonton.
Film Love Story versi Indonesia ini bercerita tentang, Ranti dan Galih (Acha Septriasa-Irwansyah) selalu bersama-sama sejak belia, kebersamaan yang akhirnya menyemaikan cinta di hati mereka. Di daerah ini tidak ada sekolah, sehingga Ranti dan Galih harus melakukan perjalanan yang cukup jauh untuk bersekolah melewati tempat-tempat yang terjal dalam terik dan hujan. Ranti dibantu Galih membuat patung kayu seorang guru, Ranti bercita-cita menjadi guru di desanya. Galih bertekad untuk merealisasikan mimpi Ranti
Ranti dan Galih mulai menginjak usia remaja dan keduanya seperti tak terpisahkan. Akan tetapi adat masyarakat melarang Galih dan Ranti untuk bersatu. Ada kepercayaan kalau dari desa Galih dan desa Ranti yang terpisahkan sungai menikah, akan mengakibatkan bencana. Keduanya berpisah ketika Galih harus ikut orang tuanya (Maudy Koesnaedi dan Donni Damara) pindah ke kota. Sejak saat itu, tahun demi tahun dilalui Ranti tanpa Galih. Penantian cinta Ranti dilewatkan sambil mengajar di alam bebas ditemani Pengkor (Reza Rahadian), berharap satu ketika Galih akan kembali
Setelah bertahun-tahun Ranti menunggu, akhirnya Galih kembali. Galih datang untuk mewujudkan impian mereka. Galih ingin membangun sebuah sekolah untuk Ranti mengajar, lengkap dengan kincir air untuk sumber energi listrik. Ranti dan Galih sadar kalau mereka tak terpisahkan. Tetapi masyarakat segera mengucilkan mereka justru karena Galih melamar Ranti. Galih habis-habisan berusaha mewujudkan pembangunan sekolah.
Galih mengisi hari-harinya dengan kerja tanpa kenal waktu, sedangkan Ranti disekap oleh ayahnya (Reza Pahlevi) sedangkan nenek Ranti (Henidar Amroe) tidak kuasa menolong Ranti karena takut terjadi kutukan. Sampai akhirnya Galih mulai didera sakit. Penduduk menganggap sakitnya Galih, seperti juga meninggalnya Wage, siswa yang celaka saat pergi sekolah dengan mengambil jalan pintas, adalah sebagai akibat pelanggaran adat.
Bagaimana perjuangan mereka? Akankah mereka mampu mengubah mindset warga desa? Well... sebaiknya anda menontonya secara langsung, kebetulan film ini saat ini masih tayang di bioskop terbesar di kota2 anda.
Review Film Love Story ini di ambil dari web resmi Cinema 21.
Jenis Film : Drama
Produser : Chand Parvez Servia
Produksi : Starvision
Pemain :
Acha Septriasa
Irwansyah
Henidar Amroe
Reza Pahlevi
Maudy Koesnaedi
Donni Damara
Reza Rahadian
Bella Graceva
Sutradara : Hanny R. Saputra
Penulis : Armantono
Film Love Story versi Indonesia ini bercerita tentang, Ranti dan Galih (Acha Septriasa-Irwansyah) selalu bersama-sama sejak belia, kebersamaan yang akhirnya menyemaikan cinta di hati mereka. Di daerah ini tidak ada sekolah, sehingga Ranti dan Galih harus melakukan perjalanan yang cukup jauh untuk bersekolah melewati tempat-tempat yang terjal dalam terik dan hujan. Ranti dibantu Galih membuat patung kayu seorang guru, Ranti bercita-cita menjadi guru di desanya. Galih bertekad untuk merealisasikan mimpi Ranti
Ranti dan Galih mulai menginjak usia remaja dan keduanya seperti tak terpisahkan. Akan tetapi adat masyarakat melarang Galih dan Ranti untuk bersatu. Ada kepercayaan kalau dari desa Galih dan desa Ranti yang terpisahkan sungai menikah, akan mengakibatkan bencana. Keduanya berpisah ketika Galih harus ikut orang tuanya (Maudy Koesnaedi dan Donni Damara) pindah ke kota. Sejak saat itu, tahun demi tahun dilalui Ranti tanpa Galih. Penantian cinta Ranti dilewatkan sambil mengajar di alam bebas ditemani Pengkor (Reza Rahadian), berharap satu ketika Galih akan kembali
Setelah bertahun-tahun Ranti menunggu, akhirnya Galih kembali. Galih datang untuk mewujudkan impian mereka. Galih ingin membangun sebuah sekolah untuk Ranti mengajar, lengkap dengan kincir air untuk sumber energi listrik. Ranti dan Galih sadar kalau mereka tak terpisahkan. Tetapi masyarakat segera mengucilkan mereka justru karena Galih melamar Ranti. Galih habis-habisan berusaha mewujudkan pembangunan sekolah.
Galih mengisi hari-harinya dengan kerja tanpa kenal waktu, sedangkan Ranti disekap oleh ayahnya (Reza Pahlevi) sedangkan nenek Ranti (Henidar Amroe) tidak kuasa menolong Ranti karena takut terjadi kutukan. Sampai akhirnya Galih mulai didera sakit. Penduduk menganggap sakitnya Galih, seperti juga meninggalnya Wage, siswa yang celaka saat pergi sekolah dengan mengambil jalan pintas, adalah sebagai akibat pelanggaran adat.
Bagaimana perjuangan mereka? Akankah mereka mampu mengubah mindset warga desa? Well... sebaiknya anda menontonya secara langsung, kebetulan film ini saat ini masih tayang di bioskop terbesar di kota2 anda.
Review Film Love Story ini di ambil dari web resmi Cinema 21.
Jenis Film : Drama
Produser : Chand Parvez Servia
Produksi : Starvision
Pemain :
Acha Septriasa
Irwansyah
Henidar Amroe
Reza Pahlevi
Maudy Koesnaedi
Donni Damara
Reza Rahadian
Bella Graceva
Sutradara : Hanny R. Saputra
Penulis : Armantono
Baca Review Lainnya:
Tuesday, January 25, 2011
Review Film: The King's Speech (2010)
Film The King's Speech , film yang berdurasi 118 minutes di bintangi oleh bintang papan atas Inggris, Colin Firth, Geoffrey Rush dan Helena Bonham Carter (Pemeran Belatrix di film Harry potter).
Saat membaca judulnya 'The King's Speech' saya bertanya-tanya, "Ini film apa sih?" Semakin bertanya-tanya ketika film ini di nominasikan 12 kategori di Academy Award 2011. Waoh!
Film The King's Speech bercerita tentang Pangeran Albert (Colin Firth), Duke of York, putra Raja George ke V ( Michael Gambon) yang mengalami kesulitan berbicara. Coba bayangkan, bagaimana jadinya bila sang raja tidak bisa berpidato untuk rakyatnya? Hmm...
Sang pangeran tidak tinggal diam meratapi nasipnya, ia dibantu oleh istrinya, Elizabeth (Helena Bonham Carter) melakukan berbagai cara untuk bisa menyembuhkannya. Sudah berkali-kali mereka berusaha, mulai dari pengobatan tradisional hingga yang canggih, tapi semua usaha sia-sia, tidak ada kemajuan.
Dan, pada suatu hari, Elizabeth menemukan seorang ahli terapis asal Australia yang kini menetap di London, Lionel Logue ( Geoffrey Rush) seorang ahli terapis yang nyentrik, di harapkan bisa membantu menyembuhkan kekurangan sang pangeran.
Kalau melihat tema ceritanya, anda pasti berpikir film ini bukan tontonan yang menghibur, booring! Eitss, jangan berpikir begitu ya, karena sang sutradara mampu membuat film ini menjadi tontonan yang sangat layak anda tonton. Alur cerita dibuka dengan menarik, berkembang dengan sangat dinamis dan di akhiri dengan emosional.
Kesuksesan film The King's Speech ini tak lepas dari para bintangnya, aktor/artis sekaliber Colin Firth, Geoffrey Rush dan Helena Bonham Carter membuat film ini jauh lebih menarik untuk anda nikmati. Dan film ini sangat pantas menang di ajang nominasi Academy Award!
Saat membaca judulnya 'The King's Speech' saya bertanya-tanya, "Ini film apa sih?" Semakin bertanya-tanya ketika film ini di nominasikan 12 kategori di Academy Award 2011. Waoh!
Film The King's Speech bercerita tentang Pangeran Albert (Colin Firth), Duke of York, putra Raja George ke V ( Michael Gambon) yang mengalami kesulitan berbicara. Coba bayangkan, bagaimana jadinya bila sang raja tidak bisa berpidato untuk rakyatnya? Hmm...
Sang pangeran tidak tinggal diam meratapi nasipnya, ia dibantu oleh istrinya, Elizabeth (Helena Bonham Carter) melakukan berbagai cara untuk bisa menyembuhkannya. Sudah berkali-kali mereka berusaha, mulai dari pengobatan tradisional hingga yang canggih, tapi semua usaha sia-sia, tidak ada kemajuan.
Dan, pada suatu hari, Elizabeth menemukan seorang ahli terapis asal Australia yang kini menetap di London, Lionel Logue ( Geoffrey Rush) seorang ahli terapis yang nyentrik, di harapkan bisa membantu menyembuhkan kekurangan sang pangeran.
Kalau melihat tema ceritanya, anda pasti berpikir film ini bukan tontonan yang menghibur, booring! Eitss, jangan berpikir begitu ya, karena sang sutradara mampu membuat film ini menjadi tontonan yang sangat layak anda tonton. Alur cerita dibuka dengan menarik, berkembang dengan sangat dinamis dan di akhiri dengan emosional.
Kesuksesan film The King's Speech ini tak lepas dari para bintangnya, aktor/artis sekaliber Colin Firth, Geoffrey Rush dan Helena Bonham Carter membuat film ini jauh lebih menarik untuk anda nikmati. Dan film ini sangat pantas menang di ajang nominasi Academy Award!
Jenis Film: Drama
Release: 10 December 2010 (USA)
Produksi: See-Saw Films & Bedlam Productions
Pemain:
Colin Firth
Geoffrey Rush
Helena Bonham Carter
Sutradara:
Tom Hooper
Penulis:
David Seidler
Colin Firth
Geoffrey Rush
Helena Bonham Carter
Sutradara:
Tom Hooper
Penulis:
David Seidler
Baca Review Lain:
1. Review Film: Harry Potter and the Deathly Hallows - Part 1 (2010)2. Review Film: Black Swan (2010)
3. Review Film: Burlesque (2010)
4. Review Film: Rapunzel (2010)
Review Film: Black Swan (2010)
Film Black Swan di perankan oleh Natalie Portman, Vincent Cassel dan Mila Kunis. Di buat sejak 2009 dan release December 3, 2010.Menonton Film Black Swan ini seperti sedang flash back membaca komik jepang Swan, namun alur cerita film ini nggak ada hubungannya dengan komik tersebut ya :-). Film Black Swan (2010), bercerita tentang Nina Sayers (Natalie Protman) seorang ballerina muda yang mempunyai impian besar untuk menjadi ballerina professional. Ia mengejar impiannya untuk dapat memerankan Black Swan di pementasan "Swan Lake" yang akan diadakan oleh New York city Ballet.
Sebagai Ballerina, Nina memang hebat, ia sanggup menari dengan gerakan-gerakan balet yang rumit dengan baik dan sempurnah, tapi sayang tidak ada jiwa di setiap gerakannya yang gemulai, itu menurut Thomas Leroy (Vincent Cassel) sutradara pementasan yang menunjuk Nina suntuk menjadi tokoh utama Swan Queen. Di pementasan sebelumnya Swan Queen di perankan oleh prima dola Ballerina, Beth Macintyre (Winona Ryder) yang 'terpaksa' pensiun.
Memainkan peran Swan Queen bukanlah hal yang mudah. Nina harus mengeluarkan semua kemampuannya menari dan harus menghidupkan kedua karakter berbeda Black dan white swan. Ia harus bisa menjadi White Swan yang mempesona dan polos, untuk menjadi white swan bukan hal yang susah buat Nina. Tapi, karakter Black Swan lah yang menjadi masalah.
Karakter Black Swan, sangat bertolak belakang dengannya, karakter yang gelap dan menggoda. Nina mengalami kesulitan mengeluarkan sisi lain itu. Persaingan semakin panas ketika hadir seorang ballerina baru, Lili (Mila Kunis) yang bisa membawakan karakter Black Swan dengan sangat baik.
Film berdurasi 108 menit ini membuat emosi saya seolah ikut masuk kedalam karakter Nina. Penonton di ajak berpikir keras untuk meyimpulkan apa yang terjadi dengan karakter Nina. Bagaima transformasi nya hingga menjadi seorang Black Swan!
Darren Aronofsky, sang sutradara mampu mengemas film Black Swan dengan apik. Ia mengemas cerita emosional, unik, mengerikan dan menakutkan didalam satu paket Film Black Swan. Di tambah dengan Natalie Portman yang sanggup memerankan tokoh Nina Sayers dengan sangat baik, ini adalah aktingnya yang paling keren.
Menjadi Nina Sayers mengantarkan Natalie Portman menjadi artis pemeran utama terbaik di ajang bergengsi Golden Globes 2011. Saya sangat merekomendasikan anda menonton film ini.
Sutradara: Darren Aronofsky
Distributed by: Fox Searchlight Pictures
Jenis Film : Drama
Starring:
Natalie Portman
Vincent Cassel
Mila Kunis
Story by:
Andres Heinz
Menjadi Nina Sayers mengantarkan Natalie Portman menjadi artis pemeran utama terbaik di ajang bergengsi Golden Globes 2011. Saya sangat merekomendasikan anda menonton film ini.
Sutradara: Darren Aronofsky
Distributed by: Fox Searchlight Pictures
Jenis Film : Drama
Starring:
Natalie Portman
Vincent Cassel
Mila Kunis
Story by:
Andres Heinz
Baca Review Lainnya:
4. Review Film: Rapunzel (2010)
Thursday, January 20, 2011
Review Film: Burlesque (2010)
Burlesque adalah film ber genre 'Drama Musical' yang di sutradarai dan di tulis oleh Steven Antin. Pemeran utamanya adalh penyanyi top Cher dan Christina Aguilera.
Film Burlesque ini di release pada November 24, 2010 di America dan di Indonesia saat ini sedang tayang di 21cineplex
Film ini bercerita tentang, Ali Rose (Christina Aguilera), gadis muda dari kota kecil dengan suara ‘besar’ mencoba keluar dari kesulitan hidup dan mengikuti impiannya menuju Los Angeles.
Ketika Ali memasuki sebuah klub bernama Burlesque yang kebetulan milik Tess (Cher), sebuah panggung kecil namun glamor, menampilkan pertunjukan tari-tarian dan musik menginspirasi Ali. Ia bekerja di klub itu sebagai pelayan.
Segera, Ali menjalin persahabatan dengan seorang penari latar Georgia (Julianne Hough), menghadapi pesaingnya Nikki (Kristen Bell) serta hubungannya dengan Jack (Cam Gigandet), seorang bartender dan musisi.
Dengan bantuan manajer panggung Sean (Stanley Tucci), Ali akhirnya menemukan kesempatan menunjukkan kemampuannya. Dari seorang pelayan menjadi penyanyi utama. Suaranya yang spektakuler mengembalikan kejayaan Burlesque.
Secara keseluruhan alur cerita film ini mudah di tebak, ada intrik dan drama , khirnya happy ending ^_*. Tapi, yang memukai adalah aksi Cher dan Christina Aguilera, lumayan lah bisa menghibur.
Jenis Film : Drama Musical
Produser : Donald De Line
Produksi : Sony Pictures
Pemain :
Cher
Christina Aguilera
Eric Dane
Cam Gigandet
Julianne Hough
Kristen Bell
Stanley Tucci
Sutradara :
Steven Antin
Penulis :
Steven Antin
Diablo Cody
Film Burlesque ini di release pada November 24, 2010 di America dan di Indonesia saat ini sedang tayang di 21cineplex
Film ini bercerita tentang, Ali Rose (Christina Aguilera), gadis muda dari kota kecil dengan suara ‘besar’ mencoba keluar dari kesulitan hidup dan mengikuti impiannya menuju Los Angeles.
Ketika Ali memasuki sebuah klub bernama Burlesque yang kebetulan milik Tess (Cher), sebuah panggung kecil namun glamor, menampilkan pertunjukan tari-tarian dan musik menginspirasi Ali. Ia bekerja di klub itu sebagai pelayan.
Segera, Ali menjalin persahabatan dengan seorang penari latar Georgia (Julianne Hough), menghadapi pesaingnya Nikki (Kristen Bell) serta hubungannya dengan Jack (Cam Gigandet), seorang bartender dan musisi.
Dengan bantuan manajer panggung Sean (Stanley Tucci), Ali akhirnya menemukan kesempatan menunjukkan kemampuannya. Dari seorang pelayan menjadi penyanyi utama. Suaranya yang spektakuler mengembalikan kejayaan Burlesque.
Secara keseluruhan alur cerita film ini mudah di tebak, ada intrik dan drama , khirnya happy ending ^_*. Tapi, yang memukai adalah aksi Cher dan Christina Aguilera, lumayan lah bisa menghibur.
Jenis Film : Drama Musical
Produser : Donald De Line
Produksi : Sony Pictures
Pemain :
Cher
Christina Aguilera
Eric Dane
Cam Gigandet
Julianne Hough
Kristen Bell
Stanley Tucci
Sutradara :
Steven Antin
Penulis :
Steven Antin
Diablo Cody
Baca Review lainnya:
Monday, December 27, 2010
Review Film: Toy Story 3 (2010)
Toy Story is back! Andy bukan lagi anak usia batita seperti cerita terdahulu, ia telah beranjak remaja, usianya sudah 17 tahun, yang sebentar lagi akan meninggalkan kamar tercintanya yang penuh dengan kenangan bahagia masa kecilnya, dan tentu saja mainan kesayangannya! Woddy si koboi pemberani, Buzz lightyear dan kawan-kawannya.
Andy yang beranjak dewasa sudah jarang memainkan Woddy si koboi, Buzz lightyear sang pahlawan angkasa, Jassie dan Bulleye - si koboi perempuan dan kudanya, Mr & Mrs Potato Head, Slinky si anjing per pegas, Rex si tryanosaurus dan Hamm si celengan babi. Tetapi walaupun Andy sudah tidak pernah memainkan mereka, Andy tetap menyangi mainan-mainannya, terbukti ia masih tetap menyimpan mereka di dalam kamarnya dan tidak ingin memberikan pada orang lain.
Berawal dari kesalahan Ibu Andy, yang tanpa sengaja terbawa olehnya untuk di sumbangkan di sebuah tempat, jasa penitipan anak bernama Sunnyside.
Semua mainana masa kecil Andy itu, kecuali Woddy, merasa bahwa Sunnyside adalah sebuah 'surga' bagi mereka, mainan yang terbuang, yang sudah tidak di mainkan oleh pemiliknya. Di tempat itu mereka di sambut dengan sangat ramah dan hangat oleh pemimpin mainan Sunnyside, Lots-O, boneka beruang merah jambu.
Mereka di antark untuk tur singkat, dan menyaksikan mainan lainnya tampak sangat amat bahagia berada disana, karena mereka di mainkan selayaknya mereka mainan-mainan baru oleh para anak-anak yang di titipkan di tempat penitipan tersebut. Feeling Woddy tentang Sunnyside ternyata benar, bukan surga yang menyambut mereka namun sebaliknya.
Aksi heroik mereka untuk dapat keluar dari 'penjara' Sunnyside tidaklah mudah, mereka harus berjuang bersama untuk bisa lolos.
Secara keseluruhan Film Toy Story yang ke 3 ini lebih keren dari cerita sebelumnya. Animasi 3D nya sangat keren. Jalan ceritanya juga bagus ! Very very recomended buat anda yang belum pernah menontonnya.
Pemain:
Tom Hanks sebagai Woddy
Tim Allen sebagai Buzz Lightyear
Joan Cusack sebagai Jessie
Ned Betty sebagai Lots-O
Don Rickles sebagai Mr. Potato Head
Michael Keaton sebagai Ken
Wallace Shawn sebagai Rex
Sutradara:
Lee Unkrich
Penulis:
Michael Arndt
Andy yang beranjak dewasa sudah jarang memainkan Woddy si koboi, Buzz lightyear sang pahlawan angkasa, Jassie dan Bulleye - si koboi perempuan dan kudanya, Mr & Mrs Potato Head, Slinky si anjing per pegas, Rex si tryanosaurus dan Hamm si celengan babi. Tetapi walaupun Andy sudah tidak pernah memainkan mereka, Andy tetap menyangi mainan-mainannya, terbukti ia masih tetap menyimpan mereka di dalam kamarnya dan tidak ingin memberikan pada orang lain.
Berawal dari kesalahan Ibu Andy, yang tanpa sengaja terbawa olehnya untuk di sumbangkan di sebuah tempat, jasa penitipan anak bernama Sunnyside.
Semua mainana masa kecil Andy itu, kecuali Woddy, merasa bahwa Sunnyside adalah sebuah 'surga' bagi mereka, mainan yang terbuang, yang sudah tidak di mainkan oleh pemiliknya. Di tempat itu mereka di sambut dengan sangat ramah dan hangat oleh pemimpin mainan Sunnyside, Lots-O, boneka beruang merah jambu.
Mereka di antark untuk tur singkat, dan menyaksikan mainan lainnya tampak sangat amat bahagia berada disana, karena mereka di mainkan selayaknya mereka mainan-mainan baru oleh para anak-anak yang di titipkan di tempat penitipan tersebut. Feeling Woddy tentang Sunnyside ternyata benar, bukan surga yang menyambut mereka namun sebaliknya.
Aksi heroik mereka untuk dapat keluar dari 'penjara' Sunnyside tidaklah mudah, mereka harus berjuang bersama untuk bisa lolos.
Secara keseluruhan Film Toy Story yang ke 3 ini lebih keren dari cerita sebelumnya. Animasi 3D nya sangat keren. Jalan ceritanya juga bagus ! Very very recomended buat anda yang belum pernah menontonnya.
Pemain:
Tom Hanks sebagai Woddy
Tim Allen sebagai Buzz Lightyear
Joan Cusack sebagai Jessie
Ned Betty sebagai Lots-O
Don Rickles sebagai Mr. Potato Head
Michael Keaton sebagai Ken
Wallace Shawn sebagai Rex
Sutradara:
Lee Unkrich
Penulis:
Michael Arndt
Baca Review Lainnya:
Monday, December 20, 2010
Review Film -- THE CHRONICLES OF NARNIA: THE VOYAGE OF THE DAWN TREADER
Akhir tahun ini banyak sekali film-film Hollywood yang di release. Film nya seru-seru, salah satunya adalah NARNIA. Cerita NARNIA kembali lagi diangkat ke layar lebar. Kali ini di angkat dari buku The Voyage ot The Dawan Treader.
Namun kali ini hanya berkisah tentang Edmund dan Lucy Pevensie, bersama dengan sepupu mereka, Eustace Scrubb – masuk kedalam lukisan ke sebuah kapal menuju ujung dunia Narnia yang sangat fantastis.
Mereka kembali bergabung bersama teman-teman prajurit kerajaan Pangeran Caspian dan tikus Reepicheep, mereka menuju misi misterius ke Kepulauan Lone.
Perjalanan yang penuh dengan magis ini akan menguji hati dan semangat ketiganya menghadapi penyihir Dufflepuds, seorang pedagang budak yang jahat, raungan naga serta putri duyung yang mempesona. Mereka menuju negeri Aslan, selengkapnya nonton sendiri yaaa... jangan sampai teman-teman melewatkan perjuangan seru dan penuh magis ini.
Kalau membandingkan film NARNIA sebelumnya, untuk segi cerita dan penggarapan animasi, film 'The Voyage Of The Dwan Treader' ini saya bisa katakan paling bagus! Jempol 4 untuk sang sutradara.
Pemain :
Liam Neeson
Skandar Keynes
Georgie Henley
Ben Barnes
Will Poulter
Eddie Izzard
Sutradara :
Michael Apted
Penulis :
Andrew Adamson
Christopher Markus
Stephen Mcfeel
2. Harry Potter and The Order of Phoenix
3. The Bourne Ultimatum
Namun kali ini hanya berkisah tentang Edmund dan Lucy Pevensie, bersama dengan sepupu mereka, Eustace Scrubb – masuk kedalam lukisan ke sebuah kapal menuju ujung dunia Narnia yang sangat fantastis.
Mereka kembali bergabung bersama teman-teman prajurit kerajaan Pangeran Caspian dan tikus Reepicheep, mereka menuju misi misterius ke Kepulauan Lone.
Perjalanan yang penuh dengan magis ini akan menguji hati dan semangat ketiganya menghadapi penyihir Dufflepuds, seorang pedagang budak yang jahat, raungan naga serta putri duyung yang mempesona. Mereka menuju negeri Aslan, selengkapnya nonton sendiri yaaa... jangan sampai teman-teman melewatkan perjuangan seru dan penuh magis ini.
Kalau membandingkan film NARNIA sebelumnya, untuk segi cerita dan penggarapan animasi, film 'The Voyage Of The Dwan Treader' ini saya bisa katakan paling bagus! Jempol 4 untuk sang sutradara.
Pemain :
Liam Neeson
Skandar Keynes
Georgie Henley
Ben Barnes
Will Poulter
Eddie Izzard
Sutradara :
Michael Apted
Penulis :
Andrew Adamson
Christopher Markus
Stephen Mcfeel
Baca Review Lainnya:
1. Rapunzel (2010)2. Harry Potter and The Order of Phoenix
3. The Bourne Ultimatum
Friday, December 17, 2010
Review Film: Rapunzel (2010)
Suatu ketika, seorang raja dan ratu sedang menantikan kelahiran anak mereka. Sayangnya, ratu sakit selama kehamilannya, berjuang bertahan hidup demi dirinya dan anak yang dikandungnya.
Dalam keputusasaan, seorang pengawal nekat mencuri tanaman ajaib dari kebun seorang penyihir jahat bernama Gothel. Ratu dan bayi perempuan mereka, Rapunzel, sehat dan memiliki kekuatan. Balas dendam karena tanamannya dicuri, dan masih menginginkan kekuasaan serta kekuatan, Gothel menculik Rapunzel.
Rapunzel tumbuh dewasa, terkunci di menara, hanya ditemani oleh ibu Gothel yang jahat. Gothel selalu melarangnya pergi meninggalkan menara. Setiap tahun pada hari ulang tahun Rapunzel, kerajaan mengadakan festival lampion untuk mengenang putri mereka yang hilang. Rapunzel melihat lampion-lampion tersebut dari jendela dan keinginnya untuk mengunjungi kerajaan
Suatu hari, seorang pencuri bernama Flynn Rider beristirahat dibawah menara. Rapunzel mengambil tas milik Flynn yang berisi permata mahkota hasil curian.
Rapunzel berjanji mengembalikannya jika Flynn membantunya keluar dari menara dan membawanya ke festival lampion, dan Flynn menyetujuinya. Mereka melarikan diri bersama dengan hewan peliharaan Rapunzel, seekor bunglon bernama Pascal, dan Maximus, seekor kuda seharusnya menangkap Flynn dan membawanya ke istana.
Bersama-sama, Rapunzel dan Flynn harus menghindari para penjaga dan Gothel yang ternyata menuju ke kerajaan saat festival lampion berlangsung untuk membalas dendam.
Sampai disitu saja? Belum!! Masih ada petualangan seru Rapunzel yang akhirnya tau kalau ternyata Gothel yang ia pikir itu ibunya adalah orang yang telah menculiknya.
Ending yang tentu saja HAPPY! Seperti film2 Disney lainnya. Saya sangat merekomendasikan anda untuk menonton film ini karena selain ceritanya seru lucu dan mengharukan juga animasinya keren!
Pemain :
Mandy Moore
Zachary Levi
Donna Murphy
Ron Perlman
Sutradara :
Nathan Greno
Byron Howard
Penulis :
Dan Fogelman
Baca Review Lainnya:
1. THE CHRONICLES OF NARNIA: THE VOYAGE OF THE DAWN TREADER (2010)2. Just Like Heaven (2005)
3. The Village
Review Film: LOVE IN PERTH (LOVE) -- Coming Soon!
Film Love in Perth bercerita tengang Lola (Gita Gutawa), cewek 16 tahun, mendapatkan beasiswa di sebuah high school terkenal di kota Perth, Australia. Lola tak pernah menyangka bahwa Perth akan mengubah hidupnya.
Dimulai dari teman satu apartemennya yang kemudian menjadi cewek yang paling membenci Lola, bernama Tiwi (Michella Putri); teman baru bernama Ari (Petra Sihombing); sampai… seorang cowok bernama Dhani (Derby Romero).
Dhani, murid senior, tajir dan keren. Hubungannya dengan Lola seperti anjing dan kucing, lalu kemudian berubah menjadi teman dekat Lola hingga bahkan membuat Lola jatuh cinta.
Namun ketika mereka bertambah dekat dan Lola mulai mencintai Dhani, Dhani justru mengecewakannya. Sikap Dhani, kesombongannya, keegoisannya, semua perbuatannya hanya untuk memanfaatkan Lola demi kesenangannya sendiri, menyebabkan Lola gagal dalam pelajaran. Lola terlalu sibuk mengurus Dhani sementara Dhani terlalu sibuk mengurus dirinya sendiri. Lola pun memutuskan menjauhi Dhani, ketika kemudian Ari yang mulai jatuh cinta pada Lola.
Di saat kerenggangan hubungan itu, Dhani mulai merindukan Lola dan menyadari bahwa sebenanrnya ia mencintai cewek itu.
Tapi sekarang sudah ada Ari.
Lola harus memilih. Ari atau Dhani… untuk menemukan cinta sejatinya di sebuah kota bernama Perth
2. Review Film The Chronicles of Narnia
3. Review Film Rapunzel ( 2010 )
Dimulai dari teman satu apartemennya yang kemudian menjadi cewek yang paling membenci Lola, bernama Tiwi (Michella Putri); teman baru bernama Ari (Petra Sihombing); sampai… seorang cowok bernama Dhani (Derby Romero).
Dhani, murid senior, tajir dan keren. Hubungannya dengan Lola seperti anjing dan kucing, lalu kemudian berubah menjadi teman dekat Lola hingga bahkan membuat Lola jatuh cinta.
Namun ketika mereka bertambah dekat dan Lola mulai mencintai Dhani, Dhani justru mengecewakannya. Sikap Dhani, kesombongannya, keegoisannya, semua perbuatannya hanya untuk memanfaatkan Lola demi kesenangannya sendiri, menyebabkan Lola gagal dalam pelajaran. Lola terlalu sibuk mengurus Dhani sementara Dhani terlalu sibuk mengurus dirinya sendiri. Lola pun memutuskan menjauhi Dhani, ketika kemudian Ari yang mulai jatuh cinta pada Lola.
Di saat kerenggangan hubungan itu, Dhani mulai merindukan Lola dan menyadari bahwa sebenanrnya ia mencintai cewek itu.
Tapi sekarang sudah ada Ari.
Lola harus memilih. Ari atau Dhani… untuk menemukan cinta sejatinya di sebuah kota bernama Perth
Sutradara :
Findo Purwono Hw
Penulis :
Titien WattimenaBaca Review Film Lainnya:
1. Review Film Just Like Heaven2. Review Film The Chronicles of Narnia
3. Review Film Rapunzel ( 2010 )
Saturday, November 20, 2010
Review Film: Harry Potter and the Deathly Hallows - Part 1 (2010)
Harry Potter and the Deathly Hallows adalah film dari buku terakhir serial fenomenal Harry Potter. Di buku ke 7 nya ini, akan di release 2 film.
Yaitu: Harry Potter and the Deathly Hallows - Part 1 (2010) dan Harry Potter and the Deathly Hallows - Part 2 (2011) yang akan di release 15 July 2011.
Di Harry Potter and the Deathly Hallows part 1 ini, diceritakan tentang Harry, Ron dan Hermione yang melanjutkan misi mereka untuk mencari dan menghancurkan Horcruxes, yang di percayai merupakan kekuatan dari sang pangeran Kegelepan 'Valdermort'
Mereka melakukan perjalanan berbahaya ini hanya ber 3, tanpa ada instruksi yang jelas dari Professor Dombledore. mereka hanya menyambung benang merah dari kejadian sebelumnya dan dibantu dengan barang peninggalan Dumbledore yang di wariskan pada mereka. Harry, Ron dan Hermione bersatu untuk dapat memcehkan misteri Horcruxes.
Perjalanan mencari Horcruxes bukanlah hal yang mudah. Kekuatan jahat telah bangkit dan menguasai kementrian sihir, membuat para penyihir baik tersingkir dari kementrian dan menjadi buronan. Harry , Ron dan Hermione pun menjadi buronan kementrian sihir versi Valdermort.
Di Harry Potter and the Deathly Hallows part 1 ini, diceritakan tentang Harry, Ron dan Hermione yang melanjutkan misi mereka untuk mencari dan menghancurkan Horcruxes, yang di percayai merupakan kekuatan dari sang pangeran Kegelepan 'Valdermort'
Mereka melakukan perjalanan berbahaya ini hanya ber 3, tanpa ada instruksi yang jelas dari Professor Dombledore. mereka hanya menyambung benang merah dari kejadian sebelumnya dan dibantu dengan barang peninggalan Dumbledore yang di wariskan pada mereka. Harry, Ron dan Hermione bersatu untuk dapat memcehkan misteri Horcruxes.
Perjalanan mencari Horcruxes bukanlah hal yang mudah. Kekuatan jahat telah bangkit dan menguasai kementrian sihir, membuat para penyihir baik tersingkir dari kementrian dan menjadi buronan. Harry , Ron dan Hermione pun menjadi buronan kementrian sihir versi Valdermort.
Secara keseluruhan film Harry Potter and the Deathly Hallows - Part 1 ini seru, alur ceritanya tidak jauh berbeda dengan buku, akting Harry Ron dan Hermione juga sudah semakin matang.
Well... rasanya sudah tidak sabar ingin menonton kelanjutannya, penasaran dengan perang kolosal di akhir cerita nanti. Part 2 nya akan segera di putar pada saat musim panas.
Jenis Film: Action/Adventure, Science Fiction/Fantasy
Running Time: 2 hr. 30 min.
Release Date: November 19th, 2010
Produksi: Warner Bros. Pictures
Pemain:
Daniel Radcliffe
Rupert Grint
Emma Watson
Ralph Fiennes
Alan Rickman
Helena Bonham Carter
Sutradara:
David Yates
Penulis:
JK Rowling
Baca Artikel Lainnya:
Friday, September 10, 2010
Review Film - The Village
Run the truce is ending.
Mengambil setting tahun 1897, sebuah desa kecil bernama Covington, Pennsylvania yang berpenduduk 60 orang percaya dengan mitos gaib tentang mahluk misterius yang tinggal di dalam hutan. Dalam keseharian masyarakat Covington hidup tentram dan damai, nyaris semua generasi muda percaya dengan mitos yang di hembuskan oleh para sesepuh di sana.
Tidak ada satupun pemuda dan pemudi yang berniat keluar dari desa kecil tersebut, singkatnya ketakutan mereka dengan mahluk misterius yang di sebut sebagai “Those we don’t speak of” membuat mereka untuk tetap tinggal dan membangun desa tempat mereka lahir dan besar.
Review Film - Chicken Little (2005)
Film animasi Disney kali ini mengangkat kisah “Chicken Little”. Tokoh utamanya seekor anak ayam yang kurus, kecil, memakai kaca mata dengan ukuran besar ia di panggil Chicken Little (suara di isi oleh Zack braff), dan selalu menjadi objek penderita di sekolahnya. Bukan itu saja Chicken lillte dianggap anak yang selalu membuat onar di kota “Oakley Oaks”, kota dimana semua penduduknya terdiri dari binatang yang bisa berbicara.
Bagaimana kisah ini di mulai? Jangan berharap film ini akan di buka oleh kata ajaib "Once upon a time....?" setelah itu muncul gambar dan cerita yang indah.
Bagaimana kisah ini di mulai? Jangan berharap film ini akan di buka oleh kata ajaib "Once upon a time....?" setelah itu muncul gambar dan cerita yang indah.
Review Film - Just Like Heaven (2005)
Banyak film komedi romantis yang beredar saat ini, tapi cerita Just Like Heaven kali ini sedikit berbeda. Elizabeth (Reese Witherspoon) adalah seorang dokter yang sangat berdikasi dan dia tidak punya kehidupan pribadi di luar rumah sakit. Suatu malam ketika dia menuju rumah adiknya untuk makan malam, kendaraan yang dia pakai di tabrak oleh sebuah truck.
Kejadian yang dia ingat setelah itu, seorang pria tinggal di apartmenya. Dia tidak menyadari kalau ternyata saat ini dia telah koma 3 bulan di rumah sakit. Dan apartmentnya telah disewakan ke David (Mark Ruffalo), yang menarik tidak satu orangpun yang bisa melihat roh nya kecuali David si pria kesepian yang mempunyai masalah dengan perkawinannya.
Kejadian yang dia ingat setelah itu, seorang pria tinggal di apartmenya. Dia tidak menyadari kalau ternyata saat ini dia telah koma 3 bulan di rumah sakit. Dan apartmentnya telah disewakan ke David (Mark Ruffalo), yang menarik tidak satu orangpun yang bisa melihat roh nya kecuali David si pria kesepian yang mempunyai masalah dengan perkawinannya.
Review Film - Die Hard 4.0 (Life Free or Die Hard) - 2007
John McClane (Bruce Willis) is back!!. Usianya memang sudah tak muda, tapi ia mampu menampilkan aksi menawan seperti di film sebelumnya. Di film ke-empat nya ini, Uncle John beraksi bersama Matt Farrell (Justin Long) seorang Hacker muda yang menjadi target pembunuhan kelompok teroris masa kini.
Teroris masa kini? Itu kata yang tepat untuk menggambarkan penjahat yang di hadapi Uncle John kali ini. Kelompok teroris itu di komandoi oleh Thomas Gabriel (Timothy Olyphant), mereka melumpuhkan sistem komputerisasi negeri paman Sam itu, dan secara automatis USA pun mendadak lumpuh total, tidak ada listrik, air, gas, lampu jalan, signal. Pendeknya, semua yang di jalankan dengan komputer, mati total.
Teroris masa kini? Itu kata yang tepat untuk menggambarkan penjahat yang di hadapi Uncle John kali ini. Kelompok teroris itu di komandoi oleh Thomas Gabriel (Timothy Olyphant), mereka melumpuhkan sistem komputerisasi negeri paman Sam itu, dan secara automatis USA pun mendadak lumpuh total, tidak ada listrik, air, gas, lampu jalan, signal. Pendeknya, semua yang di jalankan dengan komputer, mati total.
Review Film - Harry Potter and the Order of the Phoenix (2007)
Sutradara: David Yates
Penulis Novel: J.K. Rowling
Produser: David Heyman, David Barron
Pemeran : Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Emma Watson, Ralph Fiennes, Michael Gambon, Gary Oldman, Imelda Staunton
Film 'Harry Potter and the Order of the Phoenix,' menurutku film yang sangat di nantikan oleh para penggemar cerita fiksi fantasi karya J.K. Rowling, well... kalau aku pribadi, film ini adalah pemanasan sebelum aku membaca 'final book' nya yang akan segera release July 21 nanti.
Sejak siang, aku sudah pesan tiket, untuk penayangan 19.30, aku takut saat membeli karcis nanti malam, bioskop akan ngantri dan tiketnya ludes. Dan memang kejadian sih, sebelum film di mulai aku melihat tak satupun kursi kosong . Rupanya banyak yang bertujuan sama dengan ku, ingin pemanasan, ingin flasback sebelum menyelesaikan buku 7 nya nanti, semakin deg deg kan saja bagaimana Rowling mengemas endingnya.
Harry Potter and the Order of the Phoenix adalah film ke 5 dari serial Harry Potter, kali ini Warner mempercayakan film ini kepada sutradara David Yates untuk menggarapnya.
Aku rasa film ini lumayan menghibur, Yates membuat alur ceritanya tidak terlalu jauh melenceng dari novel aslinya.
Dan juga, banyak tokoh-tokoh baru yang bermunculan. Seperti Bellatrix Lestrange, Luna Lovegood dan Dolores Umbridge. Yang menarik adalah, kementrian sihir di gambar kan dengan sangat bagus dan sesuai dengan imajinasi ku selama ini, briliant.
Film Harry yang kelima ini sesuai dengan harapanku, apa lagi saat menyaksikan Albus Dumbledore dan Lord Voldermort duel, aduh rasanya 'Makyosss' bisa menyaksikan adegan itu, that's cool.
Hayo hayo tunggu apa lagi... buruan nonton, lumayan kan bisa pemanasan seperti aku.
Review Film - The Bourne Ultimatum (2007)
Sutradara: Paul Greengrass
Penulis Novel: Robert Ludlum
Produser: Patrick Crowley,Frank Marshall,Paul L. Sandberg,Doug Liman
Pemeran : Matt Damon,Julia Stiles,David Strathairn,Scott Glenn,Paddy Considine,Edgar Ramirez,Albert Finney,Joan Allen
Duration: 111 min
Penulis Novel: Robert Ludlum
Produser: Patrick Crowley,Frank Marshall,Paul L. Sandberg,Doug Liman
Pemeran : Matt Damon,Julia Stiles,David Strathairn,Scott Glenn,Paddy Considine,Edgar Ramirez,Albert Finney,Joan Allen
Duration: 111 min
Film Trilogy Bourne di angkat dari novel legendaris yang berjudul sama dan di tulis oleh Robert Ludlum. Film The Bourne Ultimatum, adalah film ke 3 atau yang terakhir dari trilogy ini. Dan, tentu saja Mr.Bourne, masih di perankan oleh siganteng Matt Damon.
The Bourne Ultimatum, sangat pantas bila saya bilang, film yang sangat di nantikan, terbukti di minggu pertama pemutarannya saja ia sudah mengantungi pendapatan $69.3 million, melalui tiket (menurut info di wikipedia), bukan itu saja, saya juga sangat puas menonton aksi Jason Bourne.
Alur cerita film ini sangat dinamis, mengambil setting di beberapa negara, mulai dari Russia, Paris, London, Madrid, Tangier and New York City. Berbagai petunjuk, dan aksi kejar-kejaran yang sangat tegang, membawa Jason kembali ke Newyork, ke markas pelatihan CIA tempat Jason menjalani program cuci otak. Di markas itulah masa lalu Jason Bourne tersimpan.
Perjalanan Jason ke Newyork tidaklah muda, karena ia harus berhadapan dengan para pembunuh bayaran profesional yang sama dengan dirinya, di tambah juga dengan aksi para CIA yang setiap saat membuntutinya dengan alat-alat CIA yang terkenal super canggih itu. Tanpa Jason sadari, di balik pencarian jati dirinya, terungkap juga skandal besar yang melibatkan petinggi CIA, ya... wajar saja Jason menjadi buronan CIA nomor 1.
Saya tidak akan berpanjang lebar menceritakan ending cerita film ini. Silahkan langsung menonton sendiri saja. Saya hanya mau menjamin, untuk anda yang suka film aksi heroik, anda tidak akan menyesal menonton aksi Jason Bourne.
Cerita film ini sangat kuat, jadi jangan kwatir, tanpa menonton film sebelumnya pun kalian akan tau garis besar pencarian jati diri Bourne. Paul Greengrass memang pantas di acungi 2 jempol, ia menutup trilogy ini dengan baik. Sangat lah pantas bila saya memberi angka tertinggi untuk film ini 'bintang 5'. (SA/2007)
The Bourne Ultimatum, sangat pantas bila saya bilang, film yang sangat di nantikan, terbukti di minggu pertama pemutarannya saja ia sudah mengantungi pendapatan $69.3 million, melalui tiket (menurut info di wikipedia), bukan itu saja, saya juga sangat puas menonton aksi Jason Bourne.
Alur cerita film ini sangat dinamis, mengambil setting di beberapa negara, mulai dari Russia, Paris, London, Madrid, Tangier and New York City. Berbagai petunjuk, dan aksi kejar-kejaran yang sangat tegang, membawa Jason kembali ke Newyork, ke markas pelatihan CIA tempat Jason menjalani program cuci otak. Di markas itulah masa lalu Jason Bourne tersimpan.
Perjalanan Jason ke Newyork tidaklah muda, karena ia harus berhadapan dengan para pembunuh bayaran profesional yang sama dengan dirinya, di tambah juga dengan aksi para CIA yang setiap saat membuntutinya dengan alat-alat CIA yang terkenal super canggih itu. Tanpa Jason sadari, di balik pencarian jati dirinya, terungkap juga skandal besar yang melibatkan petinggi CIA, ya... wajar saja Jason menjadi buronan CIA nomor 1.
Saya tidak akan berpanjang lebar menceritakan ending cerita film ini. Silahkan langsung menonton sendiri saja. Saya hanya mau menjamin, untuk anda yang suka film aksi heroik, anda tidak akan menyesal menonton aksi Jason Bourne.
Cerita film ini sangat kuat, jadi jangan kwatir, tanpa menonton film sebelumnya pun kalian akan tau garis besar pencarian jati diri Bourne. Paul Greengrass memang pantas di acungi 2 jempol, ia menutup trilogy ini dengan baik. Sangat lah pantas bila saya memberi angka tertinggi untuk film ini 'bintang 5'. (SA/2007)
Subscribe to:
Posts (Atom)



















